Penyaluran BLT DD dan BLT-BTT Tahap Satu

Covid-19 telah banyak berdampak tidak terkecuali dampak ekonomi yang tengah dirasakan masyarakat pada umumnya termasuk warga desa Gombong, penantian warga terlihat dari banyaknya warga yang memposting adanya bantuan-bantuan maupun datang langsung ke kantor Kepala Desa Gombong berharap penyaluran dapat segera dilaksanakan. Akhirnya pada Kamis (21/05) Pemdes Gombong  dapat menyalurkan  BLT DD Tahap 1 sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) dan BLT-BTT sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah), setelah menempuh proses pendataan, musdessus dan lain sebagianya.

Penyaluran tersebut dilakukan secara door to door demi menghindari terjadinya kerumunan serta resiko-resiko yang mungkin terjadi, penyaluran dilakukan Pemdes Gombong serta dibantu oleh Ketua RT/RW setempat , Sebanyak 369 (tiga ratus enam puluh sembilan) KK penerima manfaat BLT-BTT sumber dana dari APBD Kabupaten dan sebanyak 510 (Lima Ratus Sepuluh)  KK penerima manfaat BLT sumber dana dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020.

Sesuai Instruksi kedua jenis bantuan tersebut nantinya akan diberikan selama 3 (tiga) bulan secara bertahap, kemungkinan tahap selanjutnya pun penyaluran bantuan kembali dilakukan secara door to door sehingga warga dapat menerima bantuan tersebut dengan tenang, tidak berdesak-desakan, cukup dirumah saja, mengingat banyak penerima manfaat bantuan tersebut seorang lansia, mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut warga terbantu secara finansial, berkah pemanfaatannya  dapat merasakan moment idul fitri bersama keluarga.

Musyawarah Desa Khusus Validasi dan Finalisasi Calon Penerima BLT DD

Rabu (13/05), Pemdes Gombong menggelar MUSDESSUS (Musyawarah Desa Khusus) dalam rangka validasi dan finalisasi data calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sumber dananya dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020, sesuai dengan apa yang telah dijadwalkan acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, Acara dihadiri oleh ibu Muryati Kasi PMD Kecamatan Belik mewakili Camat Belik, Bapak Edi selaku Pendamping Desa Gombong, Kepala Desa beserta perangkat, Ketua BPD beserta anggota, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta Tokoh Agama, sejumlah kurang lebih 50 orang peserta Musdessus.

Diawali Sambutan oleh Bapak Rusmono selaku Ketua BPD Desa Gombong dalam sambutannya dirinya berharap siapapun nanti yang menerima bantuan tidak ada permasalahan. “untuk tahun ini sepertinya tidak ada pembangunan infrastruktur kerena adanya pengalihan dana untuk penanganan Covid-19 jadi rencana seperti pengaspalan Jalan Karang Anyar, Jalan Tarjono, Talud dan kegiatan lainnya sementara pelaksanaan dipending.” Ujarnya

Musyawarah tersebut membahas penerima BLT DD diprioritaskan bagi warga yang terdampak covid-19 dan belum tersentuh bantuan apapun seperti PKH, BPNT, BLT KEMENSOS, BLT KAB dan sebagainya adapun alokasi dana yang diperuntukan untuk BLT DD senilai Rp. 600.000,- selama 3 bulan adalah 35 % dari anggaran pendapatan Dana Desa tahun 2020 yang terhitung kurang lebih kuota 510 KK.

Kepala Desa Gombong menjelaskan pula dalam sambutannya jumlah warga Desa Gombong yang telah memperoleh bantuan sosial baik BPNT, PKH, BLT KEMENSOS maupun bantuan lainnya. “untuk bantuan dari kabupaten senilai Rp. 200.000,- selama 3 bulan desa Gombong mendapat kuota 369 KK.” Imbuhnya

Dilanjutkan presentasi Kepala Dusun tentang perolehan data dari masing-masing RT diteruskan pendapat tokoh masyarakat, tokoh pemuda dalam keputusan data yang dIprioritaskan masuk Kabupaten maupun DD. Acara diakhiri dengan penandatangan berita acara Musdessus.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Bagikan Paket Sembako bagi Warga Miskin di Desa Gombong

Dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional Tahun 2020 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah membagikan paket sembako berupa beras, telur dan gula pasir sejumlah 250 paket, yang sebelumnya pada Jum’at (24/04) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pemalang menginstruksikan untuk mengajukan data sejumlah 250 orang, secara simbolik serah terima paket dilakukan oleh Bapak Agus dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Ibu Hadiatun N. Kepala Desa Gombong pada Senin (27/04) tepatnya di Balai Desa Gombong, paket tersebut diperuntukan bagi warga miskin yang ada di Desa Gombong sebagai upaya pemerataan Pemerintah Desa Gombong membagi paket tersebut pada masing-masing Kadus sejumlah 50 paket dan diteruskan ke RT dan masing-masing RT mendapat sekitar 5 paket untuk warga miskin disekitar komplek RT tersebut.

”Sesuai dengan yang yang telah disampaikan Bapak Agus bantuan tersebut murni dari Dinas Ketahanan Provinsi, harapan dari pembagian paket sembako tersebut tidak menimbulkan kecemburuaan karena nantinya akan ada bantuan-bantuan yang lain.” Ujar Kepala Desa Gombong

Pemdes Gombong Bagikan Masker dan Sabun

Pemerintah Desa Gombong tidak henti-hentinya melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 terlihat pada Senin (27/04), Perangkat desa beserta RW mempersiapkan pembagian masker dan sabun hal ini merupakan tindak lanjut arahan dari Presiden RI, Bapak Joko Widodo mengingatkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO agar seluruh masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Beliau meminta agar masyarakat mematuhi imbauan tersebut.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto juga menyatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti rekomendasi dari WHO. Menyampaikan bahwa masyarakat disarankan untuk mengenakan masker kain yang dapat dicuci dan dikenakan berkali-kali. Untuk masker medis seperti masker bedah dan N-95 saat ini diprioritaskan bagi dokter dan paramedis (repost instagram @bnpb_indonesia).

Sesuai dengan arahan tersebut masker yang dipersiapkan Pemerintah Desa pun dalam bentuk masker kain yang dapat dicuci dan dikenakan berkali-kali, masker dan sabun dua (2) jenis barang tersebut dirasa sangat penting saat ini mengingat selain harus mengenakan masker kita juga harus sering-sering rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Meski terbilang mudah, masih banyak orang yang melakukan kesalahan sehingga meningkatkan resiko penularan Covid-19 Agar tidak salah langkah, berikut adalah beberapa panduannya, dilansir dari Healthline.

  • Tangan wajib bersih sebelum memakai masker
    Sumber penularan virus pertama datang dari tangan sehingga sebelum menggunakan masker kain sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Kemudian, dengan tangan yang bersih, barulah pasang masker.
  • Periksa apakah ada kain yang bolong atau rusak
    Dalam menggunakan masker kain, diwajibkan untuk memeriksanya terlebih dulu. Lihat, apakah ada bagian kain yang rusak atau bolong. Jika ya, maka penggunaannya harus diganti dengan yang baru sebab masker tersebut tidak bisa memberikan proteksi sebagaimana masker kain pada umumnya dalam menangkal mikroorganisme.
  • Masker kain tidak boleh longgar
    Masker kain memiliki banyak ukuran dan jenis. Sebaiknya untuk mendapatkan proteksi aman, pilih masker yang pas dan tidak longgar sebab ini bisa menjadi tempat masuknya virus dan bakteri. Pastikan pula masker kain bisa menutupi seluruh area hidung, mulut, hingga ke dagu.

Harapan Kepala Desa Gombong setelah ini warga dapat mematuhi himbauan yang ada yakni mengenakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun.