Kabut Ditangkap, Air Didapat

Pemaparan Alat Penangkap Kabut (Fog Catcher) oleh Mahasiswa KKN Undip
Pemaparan Alat Penangkap Kabut (Fog Catcher) oleh Mahasiswa KKN Undip

PEMALANG (07/02). Meskipun berada di daerah perbukitan tidak membuat Desa Gombong mempunyai sumber mata air. Tidak adanya sumber mata air menjadi permasalahan utama yang ada di Desa Gombong, apabila musim kemarau tiba. Pasalnya sumber air masyarakat Desa Gombong hanya mengandalkan air hujan. Pompa yang terdapat di rumah-rumah tidak akan berfungsi jika musim kemarau tiba karena tidak adanya sumber air. Guna mensiasati kekeringan, masyarakat Desa Gombong biasanya membeli tangka berisi air dengan harga yang relatif mahal, namun jumlahnya terbatas. Selain membeli dengan dana pribadi, masyarakat Desa Gombong juga mengandalkan bantuan dari pemerintah setempat untuk mendapatkan air bersih.

Berawal dari permasalahan itu salah satu mahasiswa KKN Undip bernama Hanif Muhammad Rakha (21) mencoba untuk membantu mencari jalan keluar dengan membuat alat penangkap kabut, melalui alat tersebut diharapkan dapat menghasilkan air dari kabut-kabut yang berada di Desa Gombong. Dikarenakan terletak di kawasan pegunungan, terdapat  beberapa bukit dengan intensitas kabut yang tebal. Tiga bukit tersebut berada di tengah desa dan di utara desa.

Pembuatan alat penangkap kabut dilakukan dengan menggunakan paranet. Percobaan instalasi alat dipasang pada salah satu bukit yang berada di tengah desa yaitu Bukit Aringkuk. Proses menangkap kabut menggunakan alat tersebut dilakukan selama satu minggu guna mendapat hasil yang maksimal. Setelah melakukan percobaan, alat penangkap kabut kemudian disosialisasikan kepada masyarakat yaitu pada Kelompok Tani Tunas Muda, Jumat (7/2) dan perangkat desa, Senin (10/2). Diharapkan dengan adanya alat penangkap kabut ini masyarakat dapat menindaklanjuti dan mengembangkannya di desa, sehingga masyarakat dapat mendapatkan alternatif sumber air lain, terutama dalam pengairan di perkebunan.

About Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *